KAJIAN HISTORIS TENTANG KOMUNITAS YERUSALEM SEBAGAI MODEL GEREJA PERDANA
DOI:
https://doi.org/10.55087/5f25nd11Keywords:
Gereja Perdana, Komunitas Yerusalem, Kisah Para Rasul, Sejarah Gereja, Koinonia, Roh Kudus.Abstract
Penelitian ini membahas komunitas Kristen pertama di Yerusalem sebagai gambaran awal kehidupan gereja perdana berdasarkan Kisah Para Rasul 2:42–47 dan 4:32–35. Kajian ini berusaha memahami bagaimana pola hidup jemaat mula-mula—yang menekankan pengajaran para rasul, koinonia, ibadah, doa, dan praktik berbagi—menjadi model ideal dalam sejarah kekristenan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menggali sumber-sumber biblika, sejarah gereja, dan literatur akademik modern untuk melihat bagaimana komunitas tersebut terbentuk, bertahan, dan berpengaruh bagi perkembangan gereja berikutnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunitas Yerusalem membangun spiritualitas yang tidak terpisah dari kehidupan sosial. Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi sebuah komunitas hidup yang saling menopang, membangun relasi, dan melaksanakan misi Allah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa gereja masa kini perlu belajar dari kedalaman relasi, kesederhanaan hidup, serta komitmen teologis yang menjadi dasar komunitas gereja perdana.
References
Abineno, J. L. Ch. Gereja dan Masyarakat. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991.
Borrong, Robert P. Spiritualitas Kristen dan Pembentukan Jemaat. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.
Bruce, F. F. Sejarah Gereja Mula-Mula. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.
Darmaputera, Eka. Gereja dan Masyarakat. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001.
Dister, Nico Syukur. Teologi Sistematika. Yogyakarta: Kanisius, 2017.
Hadiwijono, Harun. Iman Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995.
Karman, Yonky. Kisah Para Rasul: Narasi, Teologi, dan Pesannya bagi Gereja Masa Kini. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.
Putranto, Hendra G. “Makna Pemecahan Roti dalam Gereja Perdana.” Jurnal Teologi Stulos 15, no. 2 (2017): 134–136.