PERAN RUMAH SEBAGAI PUSAT PERTUMBUHAN GEREJA MULA-MULA DALAM KISAH PARA RASUL
DOI:
https://doi.org/10.55087/h6qhwq91Keywords:
Rumah, Gereja, Kisah Para RasulAbstract
Penelitian ini mengkaji peran rumah sebagai pusat pertumbuhan gereja mula-mula berdasarkan Kisah Para Rasul. Gereja awal pada abad pertama sangat bergantung pada pertemuan di rumah-rumah jemaat. Sebagai contoh, Kisah Para Rasul mencatat jemaat “memecahkan roti di rumah masing-masing” (Kis. 2:46), yang menunjukkan gereja pertama berpusat di rumah-rumah. Metode historiografis dan analisis tekstual digunakan untuk meneliti konteks historis dan budaya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis teks, termasuk studi bibliografi dan eksegesis terhadap Kisah Para Rasul dan surat-surat Rasul. Pendekatan ini mengintegrasikan data Alkitab dengan kajian literatur sekunder guna memahami dinamika komunitas awal. Temuan menunjukkan rumah berfungsi sebagai ruang ibadah, pemuridan, serta sumber dukungan sosial-ekonomi bagi jemaat mula-mula. Kebaktian rutin di rumah, seperti di rumah Priska dan Akuila (Rm. 16:5), memperkuat ikatan komunitas dan pembelajaran rohani. Struktur jemaat terdesentralisasi melalui pertemuan di rumah memfasilitasi penyebaran Injil yang lebih luas dan aman di tengah penganiayaan. Kejadian di rumah Maria (Kis. 12:12) dan Lydia (Kis. 16:40) menggambarkan pertumbuhan komunitas Kristen yang ditopang oleh persekutuan rumah tangga.Rumah sebagai pusat persekutuan memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan gereja mula-mula. Studi ini menggarisbawahi pentingnya komunitas lokal yang intim dan pemuridan intensif dalam sejarah kekristenan awal, serta relevansi model ini untuk strategi gereja kontemporer.
References
Adams, Edward. The Earliest Christian Meeting Places: Almost Exclusively Houses? London: Bloomsbury T&T Clark, 2013.
Banks, Robert. Paul's Idea of Community: The Early House Churches in Their Historical Setting. Rev. ed. Peabody, MA: Hendrickson Publishers, 1994.
Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Kisah Para Rasul. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
Bruce, F. F. The Book of the Acts. Rev. ed. Grand Rapids, MI: William B. Eerdmans Publishing Company, 1988.
Drewes, B. F., dan Willem H. Wakim. Tafsiran Alkitab: Kisah Para Rasul. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gehring, Roger W. House Church and Mission: The Importance of Household Structures in Early Christianity. Peabody, MA: Hendrickson Publishers, 2004.
Hellerman, Joseph H. The Ancient Church as Family: Early Christian Communities and Surrogate Kinship. Minneapolis, MN: Fortress Press, 2001.
Keener, Craig S. Acts: An Exegetical Commentary. 4 vols. Grand Rapids, MI: Baker Academic, 2012–2015.
Marshall, I. Howard. The Acts of the Apostles: An Introduction and Commentary. Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 1980.
Osiek, Carolyn, dan David L. Balch. Families in the New Testament World: Households and House Churches. Louisville, KY: Westminster John Knox Press, 1997.
Peterson, David G. The Acts of the Apostles. Grand Rapids, MI: William B. Eerdmans Publishing Company, 2009.
Schnabel, Eckhard J. Acts. Grand Rapids, MI: Zondervan Academic, 2012.
Artikel Jurnal SINTA
Hidajat, Djeffry. “House Churches: Contextualization of the Functions of House in the New Testament Times for Evangelism.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 17, no. 2 (2018): 107–117.
Siahaan, Harls Evan R., Handreas Hartono, dan Yogi Tjiptosari. “Rekonstruksi Misi Hospitalitas Gereja melalui Pembacaan Ulang Kisah Para Rasul 2:41–47 dalam Bingkai Moderasi Beragama di Indonesia.” Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan.
Zaluchu, Sonny Eli. “Eksegesis Kisah Para Rasul 2:42–47 untuk Merumuskan Ciri Kehidupan Rohani Jemaat Mula-mula di Yerusalem.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 2, no. 2 (2018).
Sunarko, Andreas Sese. “Implementasi Cara Hidup Jemaat Mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:41–47 bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini.” KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 2, no. 2 (2020).
Yusuf, L. M. “Model Pertumbuhan Gereja yang Utuh dalam Kisah Para Rasul 2:42–47.” Jurnal Teologi Berita Hidup 2, no. 2 (2020).
Rusmanto, Ayub, Syalom Angelia Saputra, dan Mei Trinayanti Gea. “Kapabilitas Liturgi dalam Pertumbuhan Jemaat secara Kualitas dan Kuantitas Berdasarkan Kajian Teks Kisah Para Rasul 2:47.” Saint Paul's Review 3, no. 2 (2023).
Epan, Yovianus, dan Asih Rachmani Endang Sumiwi. “Peran Roh Kudus dalam Pertumbuhan Gereja Menurut Kitab Kisah Para Rasul.” Sanctum Domine: Jurnal Teologi 12, no. 1 (2022).
Putrawan, Bobby Kurnia. “Eklesiologi Gereja Mula-mula dalam Kitab Kisah Para Rasul dan Relevansinya bagi Gereja Kontemporer.” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan.