SIKAP KRITIS KAUM INJILI TERHADAP KONSEP ALLAH DAN MANUSIA MENURUT PERSPEKTIF KAUM RASIONALISME

Authors

  • Supriyatin Supriyatin Author

DOI:

https://doi.org/10.55087/d0cqaa85

Keywords:

Manusia, rasionalisme, inili, akal

Abstract

Artikel ini membahas sikap kritis kaum Injili terhadap konsep Allah dan manusia dalam perspektif Rasionalisme, suatu aliran filsafat Barat Modern yang menempatkan akal budi manusia sebagai tolok ukur tertinggi kebenaran. Melalui pendekatan historis, filosofis, dan teologis-kritis, tulisan ini menelusuri latar belakang kemunculan Rasionalisme sejak Zaman Renaissance hingga Pencerahan, serta mengkaji pemikiran tokoh-tokoh utamanya seperti René Descartes, Baruch Spinoza, dan Gottfried Wilhelm Leibniz. Analisis difokuskan pada implikasi teologis Rasionalisme yang menundukkan wahyu ilahi di bawah otoritas rasio, khususnya dalam mendefinisikan hakikat Allah dan manusia. Dari perspektif Injili, Rasionalisme dinilai mengalami kegagalan metodologis karena menolak prinsip Sola Scriptura, menghasilkan konsep Allah yang cenderung deistik atau panteistik, serta mengabaikan doktrin Alkitabiah tentang keberdosaan total manusia. Artikel ini menyimpulkan bahwa Rasionalisme tidak dapat diterima sebagai dasar epistemologis dan teologis bagi iman Kristen Injili, sebab akal manusia yang telah tercemar dosa tidak layak menjadi standar kebenaran mutlak. Sebaliknya, akal harus ditundukkan kepada otoritas wahyu Allah dalam Alkitab dan kepada Yesus Kristus sebagai Logos dan kebenaran sejati.

References

Berkhof, H. & I. H. Enklaar. Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1988.

Bertens, K. Ringkasan Sejarah Filsafat. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2003.

Borgias, F. “Saya Ragu, maka Saya Ada.” Suara Pembaruan, 15 Desember 1991.

Brill, J. Wesley. Dasar yang Teguh. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1999.

Brown, Colin. Filsafat & Iman Kristen 1. Surabaya: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 2001.

Conn, Harvie M. Teologia Kontemporer. Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1996.

Davies, Paul. Membaca Pikiran Tuhan: Dasar-Dasar Dalam Dunia Yang Rasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.

Hadiwijono, Harun. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2003.

Jongenbeel, J. A. B. Hukum Kemerdekaan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1980.

Kamisa. “Etimologi” dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Penerbit “KARTIKA” Surabaya, 1997.

Kraeling, E. G. The Old Testament Since the Reformation. London: Lutterworth Press, 1955.

Linnemann, Eta. Teologi Kontemporer: Ilmu atau Praduga. Malang: Institut Injil Indonesia, 1991.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

SIKAP KRITIS KAUM INJILI TERHADAP KONSEP ALLAH DAN MANUSIA MENURUT PERSPEKTIF KAUM RASIONALISME. (2025). SIAP, 14(1), 26-33. https://doi.org/10.55087/d0cqaa85

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.